Aceh Tamiang / Buser Siaga -Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penguatan dan Penyusunan Jabatan Fungsional Analis Kebijakan di Aula Setdakab, Kamis, (28/8/25).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Daerah, Ir. Adi Darma, M.Si dan menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Ahli Muda pada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh Besar, Tyas Wahyu Fadhila, S.Sos., MPA,.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung atas terlaksananya kegiatan ini, sebagai bekal bagi para peserta untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi analis kebijakan dalam merumuskan, menganalisis, serta mengevaluasi policy brief berbasis data dan bukti konkret,” tutur Plt. Sekda pada sambutannya.
Adi Darma mengucapkan ingin menekankan peran krusial para Analis Kebijakan sebagai garda terdepan dalam proses perumusan dan evaluasi kebijakan.
“Analisis yang mendalam dan data yang valid harus menjadi landasan bagi setiap kebijakan yang diambil, sehingga tercipta kebijakan yang tepat sasaran, efektif, dan efisien. Inilah esensi dari reformasi birokrasi yang sedang kita galakkan, membangun sistem yang otomatis dan regeneratif dalam menjaga, mengawal, dan menajamkan program pemerintah agar sesuai dengan tujuan pembangunan,” tambahnya lagi.
Ia berpesan kepada para Analis Kebijakan untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi secara konkrit dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan Aceh Tamiang yang Madani, Sejahtera dan berkelanjutan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang ada di Aceh Tamiang tercinta.
Kepala Bagian Organisasi, Mainizar dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas dan keterampilan para analis kebijakan dalam mengidentifikasi masalah serta mengembangkan solusi kebijakan yang efektif dan efisien.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas sumber daya aparatur, khususnya Jabatan Fungsional Analis Kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” jelas Mainizar. (Zulherman)