Waki Ketua AKPERSI Aceh: Hentikan Kenaikan Harga Sembako Di Tengah Musibah Banjir

Banda Aceh434 Dilihat

 

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Aceh, Razali, mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelaku usaha, pedagang, dan pengusaha di Aceh untuk tidak memanfaatkan situasi darurat banjir dengan menaikkan harga kebutuhan pokok (sembako) secara sepihak. Tindakan tersebut dinilai tidak berperikemanusiaan, mengingat lebih dari 70 persen wilayah Aceh terdampak bencana banjir akibat hujan ekstrem dan Siklon Tropis Senyar.

“Ini bukan waktu mencari untung besar. Banyak masyarakat kehilangan rumah, kesulitan akses makanan, dan sedang berjuang melewati masa darurat. Pedagang harus berempati, bukan memanfaatkan keadaan,” tegas Razali di Banda Aceh.

Berdasarkan pemantauan tim AKPERSI di lapangan, terjadi kenaikan harga yang tidak wajar pada komoditas pangan seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan kebutuhan penting lainnya di beberapa daerah. Kenaikan drastis tanpa alasan logis ini dianggap Razali sangat rawan mengarah pada praktik kecurangan ekonomi dan permainan harga oleh “mafia ekonomi” yang mengeruk keuntungan dari penderitaan rakyat.

Selain menegur pedagang, Razali juga mendesak Pemerintah Aceh, dinas terkait, dan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan ketat di seluruh daerah terdampak banjir. Pihak yang terbukti sengaja menaikkan harga diminta untuk ditindak tegas.

“Jangan beri ruang bagi siapapun yang ingin memainkan harga. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi dengan harga wajar,” tambahnya.

Dalam masa darurat ini, solidaritas sosial sangat dibutuhkan. Razali berharap semua pihak menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang, serta tidak mencari keuntungan dari penderitaan rakyat Aceh yang sedang berjuang menghadapi dampak banjir yang diperkirakan berlangsung lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *