‎Tim Medis SEKBER Bergerak Cepat Tangani Korban Banjir Dan Longsor Aceh Di Tengah Kelumpuhan Fasilitas

Banda Aceh283 Dilihat

 

‎BANDA ACEH – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November lalu telah memicu kondisi darurat yang berkepanjangan. Hingga saat ini, masa tanggap darurat resmi diperpanjang akibat sulitnya akses penanganan dan lumpuhnya total aktivitas di wilayah terdampak.

‎Merespons kondisi kritis tersebut, Bendahara Sekretariat Bersama (SEKBER), Ns. Masli Yuzar, S.Kep., M.Kep., bersama tim medis bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan di lapangan. Tim terjun langsung memberikan layanan kesehatan sejak masa pascabencana hingga saat ini, mengingat fasilitas kesehatan setempat—termasuk rumah sakit—turut terendam banjir dan tidak dapat beroperasi maksimal.

‎”Kami melayani korban dalam kondisi serba terbatas. Fasilitas kesehatan lumpuh, aliran listrik padam, dan sarana umum tidak dapat digunakan. Namun, kami bertekad tetap menjangkau lokasi pengungsian meskipun tim mulai kewalahan,” ujar Masli.

‎Desak Penambahan Tenaga Medis dan Air Bersih

‎Melihat skala bencana yang luas, Masli menekankan perlunya tambahan tenaga medis dari luar daerah untuk membantu penanganan korban di berbagai kabupaten/kota secara merata. Saat ini, tim medis SEKBER harus berpindah-pindah lokasi (mobile) untuk menyisir para korban.

‎Masli melaporkan bahwa saat ini banyak warga mulai terserang penyakit kulit dan iritasi. “Banyak korban mengalami gatal-gatal dan infeksi akibat terpapar genangan air banjir yang tercampur limbah serta kotoran. Selain obat-obatan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pasokan air bersih yang memadai,” tambahnya.

‎Butuh Pendampingan Psikologis dan Tim Pemulihan Cepat

‎Selain bantuan fisik, Masli menyoroti pentingnya dukungan kesehatan mental (trauma healing) bagi warga yang kehilangan harta benda maupun anggota keluarga. Ia berharap adanya kepedulian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun relawan.

‎”Pemerintah perlu segera membentuk tim tanggap cepat khusus untuk pemulihan korban. Perlu ada sinergi lintas sektor untuk mengontrol dan menjadi solusi nyata bagi tempat rakyat mengadu di tengah duka ini,” tutup Masli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *