‎Relawan Mualem-Dek Fadh Kecewa: Menang Rasa Kalah, Komitmen Pemerintah Aceh Dipertanyakan

Berita Utama5 Dilihat

 

‎BANDA ACEH – Ketua DPW Sahabat Tani Provinsi Aceh, Muamar Saputra, yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (SEKBER) Relawan Mualem-Dek Fadh Aceh, angkat bicara mengenai minimnya atensi dan apresiasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih terhadap dedikasi para relawan selalu setia, bahkan relawan sudah juga terjun di pemenangan Presiden Prabowo-Gibran dibawah komando H.Muzakir Manaf (Mualem).

‎Pernyataan tegas ini dipicu oleh sikap abai pemerintah pasca-pelantikan, di mana para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan perjuangan merasa ditinggalkan begitu janji-janji politik terpenuhi.

‎Kekecewaan Terhadap Realita Pasca-Kemenangan

‎Muamar Saputra menegaskan bahwa kami dari Relawan Mualem Center dan Badan Pemenangan telah berkorban secara totalitas sejak masa kampanye hingga aktif turun tangan menangani bencana banjir dan longsor di Aceh pada 20 November 2025 lalu. Namun, kerja keras tersebut seolah tidak berbekas di mata pemerintah.

‎”Kami merasa seperti pahlawan tanpa jasa. Setelah kemenangan diraih, jangankan arahan atau rapat koordinasi, ucapan terima kasih pun tidak ada. Justru jajaran pejabat di berbagai bidang terkesan mempersulit komunikasi dan sinergi dengan relawan,” ujar Muamar.

‎Poin-Poin Utama Tuntutan Relawan:

 

‎-Apresiasi yang Hilang: Relawan merasa hanya dimanfaatkan layaknya alat pemenangan tanpa ada upaya pemberdayaan setelah tujuan politik tercapai.

‎-Beban Moral di Lapangan: Pengurus di tingkat provinsi menanggung beban moral yang besar dari tim di kabupaten/kota yang terus mempertanyakan komitmen pimpinan.

‎-Dominasi Oknum Tertentu: Munculnya segelintir pihak yang mengambil keuntungan pribadi mengatasnamakan relawan, sementara mereka yang berjuang di lapangan justru terabaikan.

‎-Istilah “Menang Rasa Kalah”: Adanya sentimen kolektif di kalangan pendukung bahwa kemenangan politik ini tidak membawa perubahan maupun rasa keadilan bagi mereka yang berkeringat di masa sulit.

 

Rencana Konsolidasi Massa

‎Sebagai bentuk protes atas sikap dingin pemerintah, Sekber Aceh tengah mempertimbangkan untuk mengundang seluruh pengurus dan tim relawan Se-Aceh guna melakukan konsolidasi besar-besaran di tingkat provinsi.

‎”Kami tidak akan tinggal diam membiarkan sejarah perjuangan kami hilang seperti asap. Kami menuntut komitmen nyata, bukan sekadar janji manis saat kampanye. Jika tidak ada solusi, kami akan bergerak mencari keadilan atas hak dan martabat relawan, jangan hanya segelintir orang saja ambil manfaat mengatasnamakan Relawan” tegasnya menutup pernyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *