Rawan Kecelakaan, Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN dan Pemerintah Perlebar Jalan Nasional Barsela

A SINGKIL28 Dilihat

 

 

SINGKIL . Ruas Jalan Nasional lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh yang menghubungkan Kota Subulussalam dengan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan tunggal hingga longsor dilaporkan terjadi di lintasan yang dikenal memiliki medan terjal, tikungan tajam, serta minim marka dan pengaman jalan.

 

Terbaru, sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai pasangan suami istri, Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger, mengalami kecelakaan tunggal hingga terjun ke jurang dan hanyut ke aliran Sungai Lae Kombih, Dusun Buluh Didi, pada Senin, 30 Maret 2026 lalu.

 

Peristiwa itu terjadi tepatnya di wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

 

Sebelumnya, dua unit truk juga dilaporkan mengalami gagal menanjak dan terjun ke jurang di kawasan Gunung Kedabuhan pada ruas jalan nasional Subulussalam–Pakpak Bharat.

 

Selain itu, masyarakat juga masih mengingat sejumlah peristiwa kecelakaan dan longsor yang terjadi sejak tahun 2023 hingga 2024 di lintasan tersebut, termasuk insiden yang merenggut korban jiwa dari kalangan jurnalis asal Aceh Utara. Jalur Barsela menuju Aceh Selatan yang melewati kawasan Gunung Kapur dan Gunung Singgersing disebut sebagai salah satu titik paling rawan.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Subulussalam, Mukaribin Pohan, SH.I, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, khususnya wilayah II, agar segera melakukan perbaikan menyeluruh, pelebaran jalan, serta pemasangan marka dan rambu-rambu pengaman di sepanjang lintasan Barsela.

 

Menurutnya, kondisi jalan yang sempit dan minim pengamanan sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama kendaraan angkutan barang dan penumpang yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

 

“Kita melihat banyak sopir mengeluhkan kondisi jalan nasional Barsela. Jangan hanya dilakukan tambal sulam, tetapi harus ada penanganan serius demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Mukaribin.

 

Ia juga meminta perhatian langsung dari Kepala BPJN Aceh maupun Kementerian PUPR RI agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

 

“Dari tahun 2023 sampai 2026 sudah banyak kecelakaan terjadi di lintasan ini. Dengan anggaran yang ada, seharusnya pembangunan jalan nasional benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

 

Mukaribin turut mengapresiasi langkah komunitas pengemudi lintas Barsela yang sebelumnya telah melaporkan persoalan tersebut secara resmi kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh terkait buruknya layanan infrastruktur jalan nasional di kawasan Trumon, Aceh Selatan hingga Subulussalam dan Pakpak Bharat.

 

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo Aceh, Fadhli, juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, yang dinilai cepat merespons persoalan tersebut dengan menyurati langsung Menteri Dalam Negeri RI terkait permohonan dukungan penanganan jalan nasional rawan bencana dan kecelakaan.

 

“Kita memberikan dukungan agar upaya Pemerintah Kota Subulussalam segera mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian PU maupun BPJN,” katanya.

 

Fadhli berharap langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil mengingat daerah-daerah tersebut sama-sama dilintasi jalur Barsela.

 

Ia juga meminta anggota DPR RI asal Aceh dan Sumatera Utara ikut melakukan advokasi terhadap kondisi jalan yang dinilai sangat membahayakan pengendara.

 

“Saya yakin tidak banyak lintasan di Pulau Sumatera yang tingkat kerawanan kecelakaannya setinggi jalur Barsela ini,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menyebut perjuangan untuk mendorong perbaikan lintasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan komunitas “Driver’s Club” Barat Selatan Aceh yang dipimpin Zulkarnain juga telah menyampaikan laporan resmi kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

 

“Alhamdulillah laporan tersebut mendapat respons positif. Ombudsman Aceh juga telah turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Subulussalam,” ungkapnya.

 

Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan memperluas jalan nasional Barsela, termasuk melengkapi fasilitas keselamatan jalan, agar para pengendara merasa lebih aman dan nyaman saat melintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *