TAKENGON – Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Aceh terus menunjukkan komitmen kemanusiaannya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Di bawah instruksi Ketua PPM Aceh, Muhammad Isa Yahya, S.H., tim provinsi kini memasuki tahap ketiga aksi sosial dengan terjun langsung ke wilayah Aceh Tengah.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari aksi cepat tanggap yang dilakukan sebelumnya. Dua hari pascabencana, PPM Aceh telah menyalurkan bantuan sembako ke wilayah Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Utara, serta melakukan pembersihan lokasi dan perbaikan jembatan yang rusak di Aceh Tamiang pekan lalu.
Fokus pada Sektor Pendidikan dan Fasilitas Umum
Tim yang dikomandoi oleh Wakil Ketua PPM Aceh, Yushani, bersama Rahmi Fajri dan anggota lainnya, saat ini fokus pada kegiatan pembersihan Dayah (pesantren) dan sekolah di Aceh Tengah.
”Kami ingin memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan tanpa hambatan. Ini adalah ikhtiar kami demi masa depan generasi bangsa yang cemerlang,” ujar Yushani.
Sinergi untuk Rekonstruksi
Dalam menjalankan misi ini, PPM Aceh bersinergi dengan Baitul Mal Aceh. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan, terutama saat ini yang mulai memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).
Yushani mengenang beratnya situasi di awal bencana, di mana akses komunikasi dan transportasi terputus total.
”Awalnya situasi sangat memprihatinkan; listrik padam, jaringan hilang, dan akses jalan putus. Namun, fase darurat itu telah kita lalui. Sekarang fokus kita adalah membantu warga bangkit kembali melalui perbaikan infrastruktur dan lingkungan.”
Menjadi Garda Terdepan
Sebagai bagian dari anak bangsa, PPM Aceh menegaskan posisinya untuk selalu siap menjadi garda terdepan dalam evakuasi, distribusi bantuan, hingga tahap pemulihan fisik.
”Kami berharap kehadiran PPM Aceh dapat membangkitkan kembali semangat juang saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kami siap terjun kapan pun dibutuhkan sebagai relawan,” pungkasnya.






