Perkuat Ukhuwah dan Nasionalisme, Kasdim 0101/KBA Bekali Jamaah Al Washliyah dengan Wawasan Kebangsaan

Banda Aceh9 Dilihat

 

 

Banda Aceh – Kasdim 0101/Kota Banda Aceh Letkol Inf Muhsin, S.Ag., M.A.P., memberikan materi Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air dalam kegiatan Pengajian Bulanan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Aceh yang berlangsung di Bale Al Washliyah, Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu (12/08/2026).

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris PW Al Washliyah Aceh Dr. H. Akhyar, M. Ali, M.Ag., Ketua Panitia Ustadz Basri Yahya, para mahasiswa dan mahasiswi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Ar-Raniry, serta Babinsa Koramil 13/Kuta Alam Sertu Marhalim.

 

Ketua Panitia Ustadz Basri Yahya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pengajian bulanan sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-pengurus, anggota, tokoh agama dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, kerukunan dan kedamaian serta berperan aktif menciptakan suasana masyarakat Aceh yang aman, nyaman dan kondusif.

 

Dalam penyampaian materinya, Kasdim 0101/KBA Letkol Inf Muhsin, S.Ag., M.A.P., mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Kasdim menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang aman, damai dan sejahtera.

 

Menurutnya, cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga keamanan dan ketertiban, menaati peraturan, menghormati sesama serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

 

“Persatuan dan kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga kedamaian. Mari kita bersama-sama menjaga Aceh tetap aman, damai dan harmonis serta menghindari segala bentuk tindakan maupun informasi yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Kasdim.

 

Kasdim juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh jamaah Al Washliyah untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada generasi muda agar memiliki rasa nasionalisme, toleransi dan kepedulian terhadap bangsa serta tidak mudah terpengaruh oleh paham maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan.

 

Pengajian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara tokoh agama, masyarakat dan aparat kewilayahan dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan kondusif.

 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan, sehingga mampu memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga Aceh tetap aman, damai dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *