Peringati Milad ke-800 Samudera Pasai, Doa Bersama dan Kesenian Warnai Pembukaan Piasan Pase 2026

Aceh Utara12 Dilihat

ACEH UTARA | Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai berlangsung khidmat sekaligus meriah. Malam puncak pembukaan Piasan Pase 2026 tidak hanya menjadi panggung untuk mengenang kejayaan sejarah Samudera Pasai, tetapi juga diisi dengan doa bersama serta berbagai pertunjukan seni dan budaya Aceh.

‎Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di panggung utama halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Senin malam (7/9/2026), dan dihadiri masyarakat serta berbagai unsur pemerintahan dan tokoh daerah.

‎Doa bersama menjadi salah satu bagian penting dalam malam puncak pembukaan tersebut. Masyarakat bersama-sama memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang sejarah Samudera Pasai sekaligus memohon keberkahan, keselamatan dan kebaikan bagi masyarakat Aceh Utara.

‎Suasana khidmat terasa ketika doa dipanjatkan. Momentum 800 tahun Samudera Pasai tidak hanya dimaknai sebagai peringatan perjalanan sejarah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat rasa syukur dan harapan agar Aceh Utara ke depan semakin maju, aman dan diberkahi.

‎Setelah suasana doa bersama, kemeriahan malam puncak Piasan Pase semakin terasa dengan tampilnya beragam kesenian tradisional Aceh. Dentuman Rapai Pase berpadu dengan alunan Serune Kale serta penampilan tari tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Aceh Utara.

‎Piasan Pase 2026 pun menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali berbagai warisan budaya kepada generasi muda. Seni tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dari indatu ditampilkan di hadapan masyarakat sebagai pengingat bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas dan perjalanan sejarah Aceh Utara.

‎Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai juga menjadi momentum untuk mengajak generasi saat ini agar tidak melupakan sejarah. Kejayaan Samudera Pasai bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi warisan yang perlu dipahami, dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

‎Melalui rangkaian Piasan Pase, sejarah, budaya, seni dan nilai-nilai keagamaan dipadukan dalam satu perhelatan. Dari doa bersama hingga pertunjukan kesenian, seluruh rangkaian tersebut menggambarkan semangat masyarakat Aceh Utara dalam merawat warisan leluhur sekaligus menyambut masa depan.

‎‎Puncak Milad ke-800 Samudera Pasai akhirnya tidak hanya menjadi sebuah perayaan hari jadi, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat jati diri, mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah serta kebudayaan daerah. [MUSLi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *