BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara tegas membantah isu penghapusan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Dalam pertemuan silaturahmi akbar bersama jajaran KSB relawan dan yayasan di Gedung Anjong Mon Mata, Rabu malam (15/4), Mualem memastikan bahwa program kesehatan tersebut tetap berlanjut dengan sejumlah perbaikan.
Fokus pada Akurasi Data dan Layanan
Mualem menjelaskan bahwa yang sedang terjadi bukanlah penghapusan, melainkan pembaruan dan perbaikan data demi meningkatkan kualitas layanan agar lebih tepat sasaran.
“Informasi soal penghapusan itu tidak benar. Pemerintah saat ini hanya melakukan pembaruan data guna meningkatkan akurasi dan kualitas layanan agar benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tegas Mualem.
Ia juga mengapresiasi soliditas masyarakat dan menegaskan bahwa hubungannya dengan Wakil Gubernur, Fadhullah (Dek Fadh), tetap harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan demi membawa Aceh keluar dari zona keterpurukan ekonomi.
Syech Wan: JKA Adalah Amanah MoU Helsinki
Senada dengan Gubernur, Sekretaris Jenderal Sekber Relawan Mualem-Dek Fadh, Irwan Syahputra (Syech Wan), menekankan bahwa JKA memiliki kedudukan sakral yang dilindungi oleh MoU Helsinki dan UUPA.
Marwah Sejarah: Syech Wan mengingatkan bahwa JKA adalah pengejawantahan Poin 1.3.1 MoU Helsinki mengenai standar hidup tinggi bagi rakyat Aceh pasca-konflik dan tsunami.
Landasan Hukum: Sesuai Pasal 227 dan 229 UUPA, pemerintah wajib menjamin pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.
“JKA bukan eksperimen kebijakan, tapi manifestasi kedaulatan kesehatan. Rakyat tidak boleh takut berobat karena biaya. Ini adalah janji perdamaian yang harus dibayar lunas oleh setiap kepemimpinan di Aceh,” ujar Syech Wan menanggapi distorsi informasi yang sempat meresahkan warga.
3 Resolusi Strategis Anjong Mon Mata:
Proteksi JKA: Menjamin program kesehatan tetap berjalan tanpa terpengaruh dinamika politik.
Akselerasi Rehap-Rekon: Mendobrak hambatan birokrasi untuk mempercepat pemulihan rumah dan sarana publik korban banjir.
Penguatan Aspirasi: Menginstruksikan relawan di 23 kabupaten/kota untuk aktif mengawal janji kampanye agar tepat sasaran.
Kesimpulan: Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Mualem-Dek Fadh berkomitmen menghapus jejak mis informasi masa lalu dengan kepemimpinan yang lebih transparan, responsif, dan bermartabat.






