Aceh Utara.Kabar gembira yang telah lama ditunggu masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara akhirnya disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayahwa.
Bupati menyampaikan, insyaallah mulai Senin depan masyarakat Aceh Utara yang terdampak banjir sudah dapat menerima Jaminan Hidup (Jadup) melalui kantor pos masing-masing.
Pengumuman tersebut disampaikan Ayahwa di hadapan masyarakat saat pembukaan puncak peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai, yang berlangsung di panggung utama halaman Kantor Bupati Aceh Utara.
“Insyaallah hari Senin depan Jadup sudah cair. Masyarakat yang terdampak banjir sudah bisa datang ke kantor pos masing-masing untuk mengambilnya,” ujar Ayahwa dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sontak disambut rasa gembira oleh masyarakat yang hadir. Tepuk tangan terdengar dari berbagai penjuru lapangan Kantor Bupati Aceh Utara, sebagai ungkapan rasa lega setelah menanti kepastian pencairan Jadup.
Di tengah kemeriahan peringatan 800 tahun Samudera Pasai, kabar tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian besar dari masyarakat, khususnya warga yang hingga kini masih merasakan dampak bencana banjir.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Sosial Republik Indonesia atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada masyarakat Aceh Utara terdampak banjir, baik pada tahap pertama maupun tahap kedua.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia yang telah membantu masyarakat Aceh Utara, baik tahap pertama maupun tahap kedua,” kata Ayahwa.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat tersebut sangat berarti bagi masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan kehidupan masyarakat selama masa pemulihan pascabanjir.
Kepastian mengenai pencairan Jadup itu pun menjadi kabar yang membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara.
Pengumuman tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian momentum Milad ke-800 Samudera Pasai, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan perkembangan dan kabar penting yang menyangkut kepentingan masyarakat.
[RAH]











