
BUSERSIAGA, COM
Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mahasiswa PKM Desa Genuren melaksanakan kegiatan Bangun Desa Tangguh Bencana Berbasis Rehabilitasi Lingkungan dan Edukasi Bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, mahasiswa PKM Desa Genuren melaksanakan kegiatan pembersihan dan pengecatan bangunan TK Swasta Menyeniate yang berada di Desa Genuren. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan anak usia dini setelah bangunan taman kanak-kanak tersebut terdampak banjir, yang sebelumnya mengganggu proses belajar dan bermain anak-anak di sekitar desa.

Para Dosen Pengawas Lapangan, yakni Ir. Sofyan, M.T., Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., dan Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif dan psikososial bagi anak-anak.
“Pembersihan dan pengecatan bangunan TK ini harus dilakukan guna menambah semangat belajar dan bermain anak-anak, serta menjadi sarana trauma healing pascabencana yang terjadi,” ujar Elysa Wulandari.
Salah satu mahasiswa dari Program Studi Teknik Pertambangan, Ahyar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi anak-anak.
“Kami melakukan kegiatan pembersihan dan pengecatan bangunan TK agar anak-anak kembali bisa belajar sambil bermain tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan aparat setempat. Sejumlah warga turut berpartisipasi secara langsung dalam proses pembersihan dan pengecatan bangunan TK, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat di Desa Genuren.
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, TM Arril Juliasnyah, juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari aparat TNI.
“Dalam proses pembersihan dan pengecatan bangunan TK, kami juga dibantu oleh bapak-bapak dari Dandim 0106 Aceh Tengah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pembersihan dan pengecatan bangunan TK ini, mahasiswa PKM Desa Genuren berharap dapat meringankan trauma anak-anak pascabencana, sekaligus meningkatkan minat belajar dan keceriaan mereka. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan aparat dalam membangun lingkungan desa yang lebih ramah, aman, dan berkelanjutan.( Red)


