*Keuchik Dituding Pungli, Warga Pasang Badan: Tidak Ada Paksaan*

Aceh Utara11 Dilihat

 

Lhoksukon    4 Mei 2026 – Sejumlah tokoh masyarakat dan warga Gampong Tanjong Glumpang kecamatan Baktiya kabupaten Aceh Utara membantah tuduhan praktik pungutan liar  bantuan jatah hidup (jadup) Pasca bencana banjir  yang dialamatkan kepada keuchik Pay yang sering disapa warga. Warga menegaskan bahwa pemberian uang sedikit dari kami adalah tanda terima kasih yang telah lelah dalam memproses bantuan jadup buat kami, memang tugas pak keuchik Pay dan memberikan uang sedikit itu murni atas inisiatif kami warga dan tidak ada unsur paksaan, kok yang lain repot.

Makanya Pernyataan tersebut warga sampaikan karena beberapa hari yang lalu beredar berita di masyarakat luas mengenai dugaan pungli uang jadup yang dilakukan keuchik kami.

“Sekali lagi kami warga menyampaikan tidak benar ada pungli. Kami yang memberi secara sukarela sebagai bentuk terima kasih atas pelayanan Pak keuchik yang selama ini cepat dan membantu warga,” ujarnya, Senin 4/5/2026.

Menanggapi hal ini, pak keuchik Pay Gampong Tanjong Glumpang menyatakan akan tetap bekerja sesuai aturan. “Saya tegak lurus pada aturan. Prinsip kami melayani tanpa pamrih. Jika ada warga yang memberi, itu di luar kendali kami dan sudah kami tolak sebisa mungkin,” jelasnya.

Para warga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan tidak menimbulkan fitnah terhadap aparatur pemerintah yang telah bekerja dengan baik dan apabila warga kami yang melaporkan kepada salah satu media online itu sudah kami ma’afkan. katanya

Camat Bt panggilan trendy di Kecamatan Baktiya membenarkan adanya berita pungli disalah satu media Online, saya kaget karena desa yang ada di Baktiya itu dibawah pimpinan saya. Selalu dibimbing setiap keuchik tentang sejahteraan masyarakat dan bekerja sesuai aturan yang berlaku.  (Thay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *