Ketika Kepedulian Hadir: Warga Pengungsi Langkahan Bahagia Berbuka Dengan Daging

Aceh Utara6 Dilihat

 

 

Langkahan — Suasana haru dan bahagia menyelimuti para warga pengungsi banjir di Langkahan saat waktu berbuka puasa tiba. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi sejak bencana melanda, sebuah momen sederhana berubah menjadi sangat berarti, berbuka puasa bersama dengan hidangan daging, sesuatu yang sudah lama tidak mereka rasakan.

 

Kebahagiaan itu hadir berkat bantuan satu ekor sapi dari Wakil Gubernur Aceh, yang diberikan langsung sebagai respons atas permohonan masyarakat pengungsi. Permintaan itu lahir dari kerinduan mendalam warga untuk sekadar menikmati daging bersama di bulan suci Ramadan.

 

“Sudah lama sekali kami tidak makan daging. Kami hanya ingin sekali bisa berbuka bersama dengan lauk yang istimewa, walaupun sederhana,” ujar Yusuf (52), salah satu warga pengungsi, dengan mata berkaca-kaca.

 

Permintaan tersebut disampaikan kepada Wakil Gubernur Aceh pada saat berbuka puasa bersama di masjid matang drien di kampung asal Bupati Aceh utara. Tanpa ragu dan tanpa menunggu lama, beliau langsung menyetujui permintaan itu dan mengirimkan satu ekor sapi untuk masyarakat Langkahan.

 

Hari ini, sapi tersebut disembelih dan diolah bersama-sama oleh warga. Di balik kepulan asap dapur darurat dan hidangan yang disiapkan secara gotong royong, tersimpan rasa syukur yang begitu dalam.

 

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa momen ini juga menyentuh hatinya. “Saya terharu dan sedih melihat kondisi masyarakat kita di sini. Di tengah ujian yang mereka hadapi, mereka tetap kuat dan sabar menjalani hari-hari di pengungsian. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak sendiri, dan pemerintah akan selalu berusaha hadir untuk meringankan beban rakyat,” ujar wagub Aceh.

 

Bagi warga, bantuan ini bukan sekadar makanan. Ini adalah bentuk kepedulian, perhatian, dan kehadiran pemerintah di tengah masa sulit yang mereka jalani. Di saat banyak hal terasa hilang akibat banjir, momen berbuka puasa bersama ini menghadirkan kembali kehangatan, kebersamaan, dan harapan.

 

Di antara tenda-tenda pengungsian, senyum mulai kembali terlihat. Anak-anak, orang tua, hingga lansia berkumpul, menanti waktu berbuka dengan penuh harap. Tangis haru pun tak terhindarkan, menyadari bahwa di tengah cobaan, masih ada tangan-tangan yang peduli.

 

Bantuan satu ekor sapi mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga pengungsi Langkahan, ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai sebuah pengingat bahwa mereka tidak sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *