Kabid Humas Bem Nusantara Aceh Mhd Riko fernando sirait mengeluarkan statmen terkait relokasi makam di pembangunan waduk kereung kereuto PT Brantas Abipraya

NASIONAL10 Dilihat

busersiaga.com
“Sayasangat mendukung Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) untuk mendesak Pj. Gubernur Aceh agar lebih fokus terhadap persoalan bener meriah dan segera menegur Pj. Bupati Bener Meriah terkait persoalan pemindahan makam masyarakat Gayo yang dilakukan oleh PT Brantas Abipraya.

Pasalnya PT. Brantas Abipraya telah memindahkan makam pejuang Gayo secara semena-mena dan dan pemerintah harus memerikasa legalitas amdalnya Karena tidak terseksi keberadaan makam pejuang Aceh di lokasi proyek Tersebut

Terkait statement di media yang dikeluarkan oleh Sekertaris BEM Nusantara daerah Aceh, Zimi Aramiko yang mejelaskan bahwasannya Pj. Bupati Bener Meriah itu tidak serius dalam kasus ini. Padahal secara teori sudah terbukti makam itu milik leluhur orang gayo maka dalam hal ini menurut kabid humas Bem Nusantara (Riko)PT. Brantas jelas sudah bersalah
Oleh karena itu Pj. Gubernur Aceh harus ambil sikap yang mana ini menyangkut Marwah masayarakat Aceh khususnya orang Gayo dan ini adalah warisan budaya luhur yang mana tertuang di dalam undang-undang Pasal 32 UUD 1945 dikembangkan menjadi, “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya” tegas Riko

” Riko berharap agar Bupati Bener Meriah dapat menyelesaikan permasalahan ini secepatnya jangan hannya membentuk tim gabungan saja tapi segera menetapkan ini sebagai warisan cagar budaya”

Menurut Riko PT Brantas Abipraya sudah melakukan kejahatan yang luar biasa dan sudah sepantasnya pemerintah Aceh mengenakan sangsi berat, pasalnya mereka sudah menghilangkan bukti sejarah peradaban Aceh, lalu kalau makam tersebut harus di relokasi untuk apa
Adanya UU No 44 Tahun 1999 Tentang Keistimewaan Aceh, yang disana telah diatur bahwa salah satu keistimewaan kita adalah bidang adat, budaya dan sejarah.

Sumber (Sadikin arisko)
Editor : Riga Irawan Toni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *