Banda Aceh — Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Banda Aceh bekerja sama dengan Penang Specialist Hospital dan KPJ Health Care Perwakilan Aceh menghadirkan pakar kesehatan dalam seminar internasional bertema “Healthy Kidneys, A Better Quality of Life” di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).
Seminar tersebut menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan ginjal, penyakit urologi, serta pentingnya melakukan pencegahan sejak dini guna menjaga kualitas hidup.
Ketua Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ICMI Banda Aceh, Penang Specialist Hospital, dan KPJ Health Care.
“Ini tentunya menjadi momentum perekat kolaborasi antara Penang Specialist Hospital, KPJ Health Care, dan ICMI Banda Aceh. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus dapat kita tingkatkan,” kata Iskandar.
Ia menilai, masyarakat Banda Aceh membutuhkan informasi kesehatan yang disampaikan langsung oleh para ahli dan narasumber yang kompeten. Hal tersebut penting di tengah derasnya arus informasi kesehatan melalui berbagai media yang belum tentu memiliki tingkat akurasi dan kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat Banda Aceh saat ini membutuhkan pencerahan dan informasi kesehatan dari para ahli atau narasumber yang kompeten dan qualified, karena saat ini banyak menerima informasi dari media yang belum pasti keakuratan dan kebenarannya,” ujarnya.
Iskandar juga menyoroti meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Menurutnya, perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang kurang sehat, minimnya aktivitas olahraga, serta stres, menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kesehatan.
Kondisi tersebut, kata dia, sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan edukasi dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh.
“Business kesehatan sangat menjanjikan di Aceh, terutama Banda Aceh. Namun, masyarakat membutuhkan excellent service dan trust in medical treatment di bidang kesehatan,” katanya.
Menurut Iskandar, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu hal yang perlu terus dibangun. Ia menyebut, sebagian masyarakat Aceh masih memilih mendapatkan layanan pengobatan ke luar negeri, khususnya Malaysia.
Karena itu, ia berharap seminar tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan kesehatan, termasuk cara mengenali gejala awal penyakit urologi yang kerap dialami laki-laki serta penyakit ginjal.
“Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit yang banyak menggerogoti masyarakat dan dapat menyebabkan kematian. Tentunya dengan pencerahan yang diberikan nanti, kita akan bisa melakukan usaha-usaha preventif agar terhindar dan meminimalisir risiko terserang penyakit,” ujarnya.
Iskandar menambahkan, edukasi kesehatan tidak hanya penting untuk menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih serius.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan seminar tersebut.
“Bapak dan ibu narasumber telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda, khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain,” katanya.
Iskandar berharap ilmu dan informasi yang disampaikan dalam seminar tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat di Kota Banda Aceh.
“Semoga ilmu yang bapak dan ibu berikan akan menjadi amal jariah,” pungkasnya.
Ketua MPD ICMI Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si memberi sambutan pada seminar internasional kesehatan ginjal di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).












