Sigli. Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., didampingi Wabup Alzaizi Umar, Sekda Drs. Samsul Azhar, Kepala Bappeda Pidie, H. Isnaini Ibrahim, S.T , M.Si., serta Kepala BPKK Pidie, Teuku Hendra Hidayat Yoga, S.STP., M.Ec.Dev., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pidie Tahun 2027, Kamis (12/03/2026).
Acara yang berlangsung di Oproom Setdakab Pidie, dan diawali laporan Panpel oleh Kepala Bappeda Pidie ini bertujuan untuk mengembangkan pemikiran dan memberikan masukan tentang program, kegiatan, dan sub kegiatan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun mendatang.
Dalam sambutan dan arahannya, Bupati menekankan pentingnya Musrenbang ini sebagai wujud pelibatan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan.
Kata Bupati, Forum Musrenbang ini memiliki arti yang strategis karena dalam forum ini kita semua secara bersama-sama mengembangkan pemikiran untuk memberikan masukan tentang program, kegiatan, dan sub kegiatan prioritas pembangunan yang akan kita laksanakan dalam satu tahun mendatang.
“Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada menyebabkan tidak semua aspirasi dapat diakomodir, tetapi setidaknya kita dapat semakin menyelami kompleksitas permasalahan pembangunan yang dihadapi sehingga akan menggugah kepedulian kita untuk berperan serta dalam membangun daerah,” ujarnya.
Bupati H. Sarjani Abdullah, juga meminta kepada seluruh Kepala SKPK di lingkungan Pemkab Pidie untuk memperhatikan hasil-hasil musrenbang tingkat gampong maupun kecamatan, sehingga dapat menyerap dan mengalokasikan program, kegiatan, dan sub kegiatan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan kecamatan.
“Dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, kita semua dapat menyikapi permasalahan ini dengan menyusun rencana kerja SKPK yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia secara optimal, efisien, dan efektif. Selain itu, para kepala SKPK harus memiliki inovasi dalam menggali dan memanfaatkan segala potensi sumber pembiayaan,” pinta Bupati H. Sarjani Abdullah.
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan dapat melahirkan RKPD yang berpihak kepada masyarakat dan bermanfaat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pidie. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas segala perhatian dan kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Pidie.
Namun, Bupati Pidie juga mengharapkan kebijakan dan keseriusan Pemerintah Aceh dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaan berbagai program, kegiatan, dan sub kegiatan pembangunan yang berlokasi di Kabupaten Pidie yang merupakan kewenangan Pemerintah Aceh dan Pusat.
Musrenbang merupakan wujud pelibatan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan sekaligus sebagai upaya penyerapan aspirasi masyarakat sebagai masukan bagi Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dalam menyusun rencana program, kegiatan dan sub kegiatan yang akan dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) SKPK.
Sekaligus sebagai masukan dalam menyusun RKPD Pidie yang akan dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie TA. 2027.
Acara Musrenbang RKPD 2027 ini dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua, dan Para Anggota Dewan, Kapolres Pidie, Dandim 0102/Pidie, Kajari Pidie, Ketua PN Sigli, Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syari’ah Sigli, Anggota DPRA Dapil Pidie, Kepala BAPPEDA Aceh, Kepala BAPPEDA Pijay dan Aceh Besar.
Kemudian, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Para Kepala Badan dan Dinas, Inspektur Kabupaten Pidie Sekretaris DPRK, Direktur RSUD TCD Sigli, Kepala Sekretariat MPU, MPD, MAA, Baitul Mal, Pimpinan Instansi Vertikal, Para Staf Ahli Penyusunan RPJMD 2025-2029 Kabupaten Pidie, Para Kabag, Camat, Pimpinan LSM, Tokoh Agama, serta Tokoh Masyarakat Pidie.











