ACEH TAMIANG / Buser Siaga — Sebuah babak baru bagi dunia komunikasi kebencanaan di Kabupaten Aceh Tamiang terukir indah. Musyawarah pembentukan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Tamiang berlangsung khidmat di Romm Cafe Evan, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Minggu (18/10/2026).
Acara yang sarat makna ini dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, Ketua Korda ORARI Provinsi Aceh T. Marzuki Usman, jajaran kepala dinas lingkup Pemkab Aceh Tamiang, perwakilan Dandim Aceh, Ketua RAPI Langsa, serta utusan ORARI Bireuen, Medan, dan Bener Meriah. Kapolres Aceh Tamiang juga turut mengutus perwakilannya. Suasana penuh harapan menyelimuti pertemuan yang dihadiri para pengurus dan anggota ORARI se-Kabupaten Aceh Tamiang ini.
Rekor Luar Biasa: 83 Peserta UNAR Semua Lulus
Ichsan, selaku ketua penerima mandat kegiatan pembentukan, membuka acara dengan kabar membanggakan. Dari 83 peserta yang mengikuti Ujian Negara Amatir Radio (UNAR), seluruhnya dinyatakan lulus oleh Badan Monitoring (BAMON) Provinsi Aceh dan resmi diangkat menjadi anggota ORARI Lokal Aceh Tamiang. Mereka kini telah berhak secara hukum memiliki dan mengoperasikan perangkat radio komunikasi.
“Angka keanggotaan kemungkinan akan terus bertambah. Semua yang lulus langsung mendapat pengakuan resmi dari BAMON Aceh dan berhak memegang izin perangkat radio,” ungkap Ichsan.
Ketua Korda ORARI Provinsi Aceh, T. Marzuki Usman (YB6AK), juga memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut antusiasme masyarakat Aceh Tamiang luar biasa — 83 peserta dan semua lulus, prestasi yang patut dibanggakan. Bahkan, beliau turut menyumbangkan satu unit repeater untuk mendukung operasional ORARI Aceh Tamiang.
“ORARI bukan sekadar hobi. Lebih dari itu, ini adalah organisasi untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan,” tegasnya.
🙏 Wabup Ismail: “Saat Banjir, ORARI yang Menjadi Penyelamat Informasi”
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, secara resmi membuka musyawarah pemilihan ketua. Dalam sambutannya, beliau tak henti memberikan apresiasi. Beliau teringat peristiwa banjir bandang dahsyat pada 25 November 2025, saat seluruh jalur komunikasi terputus dan daerah terisolasi dari dunia luar.
“Saat sinyal seluler mati total, saat semua terputus — di saat itulah ORARI hadir. Informasi tentang kondisi Aceh Tamiang yang terendam banjir dapat tersampaikan berkat jaringan komunikasi rekan-rekan ORARI. Bayangkan seandainya saat itu tidak ada ORARI, bagaimana kami bisa tahu kondisi saudara-saudara kami di daerah terpencil?” ungkap Wabup Ismail dengan haru.
Beliau menegaskan, keberadaan ORARI adalah bukti bahwa masyarakat menolak terisolasi dan siap saling menjaga. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat sipil adalah kunci utama kesiapsiagaan bencana.
Saipul Alam Terpilih Secara Aklamasi
Musyawarah berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Saipul Alam terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ORARI Lokal Aceh Tamiang untuk periode mendatang. Kepercayaan ini sekaligus menjadi amanah besar untuk terus mengembangkan peran ORARI di wilayah ini.
Dalam arahannya, Wabup Ismail menyampaikan usulan yang dinilai sangat strategis: agar para Datuk dan Penghulu di seluruh Aceh Tamiang didorong untuk menjadi anggota ORARI.
“Saya sarankan, para Datuk dan Penghulu di setiap mukim agar turut bergabung menjadi anggota ORARI. Dengan begitu, informasi penting dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat kepada masyarakat, terutama di saat darurat bencana,” ujar Ismail.
Langkah Awal yang Penuh Harapan
Dengan terbentuknya secara resmi ORARI Lokal Aceh Tamiang, kini daerah ini memiliki jaringan komunikasi mandiri yang siap siaga kapan pun dibutuhkan. Bukan sekadar organisasi, ORARI hadir sebagai jaring harapan — menyambung suara saat jalur lain terputus, dan menjaga keselamatan masyarakat di saat yang paling krusial.
Selamat kepada seluruh pengurus dan anggota ORARI Lokal Aceh Tamiang. Semoga amanah ini dijaga dengan sebaik-baiknya.( Zulherman)











