
*Tanggamus, Busersiaga.com -* Program bantuan bedah rumah di Peneongan, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dikeluhkan penerima manfaat. Material tidak lengkap, penerima harus beli sendiri hingga Rp 3 juta, pengerjaan terhenti dan upah tukang diduga ditahan menunggu genteng baru.
Penerima manfaat, Zulkipli, menyebut material yang dikirim tidak ada batu untuk pondasi dan tidak ada kayu untuk kusen maupun rangka atap.
“Aku itu beli sprit aja sekibik ini kan ga di pondasi cuma di cor aja karena batu ga ada, kayu kayu ga ada, cuma ada bata 7 ribu, semen 36 sak, pasir satu dam truk, besi 8 itu ada 8, besi lingkaran itu ada 8 juga kalo ga salah, sama kawat bendrat, paku lima kilo, genteng kan belum datang itulah matrial yang datang,” ungkap Zulkipli, Rabu (08/10).
Untuk menutup kekurangan itu, Zulkipli terpaksa membeli batu split 1 kubik dan kusen sendiri dengan biaya sekitar Rp 3 juta dari uang anak dan keluarga.
Fakta di lapangan, kondisi rumah saat ini masih menggunakan atap genteng lama yang masih layak pakai, seperti terlihat pada foto. Di sisi kanan rumah juga masih terlihat tumpukan genteng lama. Namun pengerjaan tidak dilanjutkan dan upah tukang belum dibayarkan.
Bukti percakapan WhatsApp yang diterima redaksi justru menguatkan dugaan tersebut.
Pada chat pertama Rabu (08/10) pukul 12.44 WIB, pengawas/TA Bupati menulis: *”lg dipesen nan. barang masih kosong.”*
Pada chat kedua pada hari yang sama pukul 15.18 WIB, pengawas kembali mengakui: *”ya..bang. sabar genteng lg susah, ini diusahakan sama suplyer gimana pun caranya, krn barang langka. rebutan. kalo gak bisa hr ini insya allah besok. untuk upah. begitu genteng terpasang bisa difoto langsung dibayar”*
Pengawas juga sempat menyampaikan: _”Kaya gini aja bang maksutnya jadi ini genteng dateng Pak Zulkipli dua atau tiga hari pulang engga apa-apa, saya sudah ingatkan dan selalu tanyakan terkait genteng itu sama pimpinan, tapi besok saya tanyakan lagi bang, pokoknya itu udah daftar tunggu, ya udah kalo Pak Zulkifli mau kekebun dulu ya udah kekebun aja dulu bang, gapapa yang penting kalo genteng udah mau dateng dua atau tiga hari lagi Pak Zulkipli bisa pulangnya enggak apa-apa ga apa apa,”_
Artinya, upah tukang sengaja ditahan menunggu genteng baru yang diakui sendiri barangnya masih kosong dan langka.
Deni yang mengawal bantuan tersebut menyayangkan hal itu dan menegaskan akan mengecek harga material demi keterbukaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan pelaksana belum memberikan keterangan resmi.
(Tim)

