Baru Reda, Kasus Lama Berujung Damai,Kini Wabup Pidie Jaya Kembali Terseret Dugaan Penganiayaan

Pidie jaya26 Dilihat

 

 

Pidie Jaya.Belum lama kasus penganiayaan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN), MR (27), berakhir damai melalui mekanisme restorative justice (RJ), Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, kembali diterpa isu serupa.

 

Kasus sebelumnya yang masih sangat melekat dalam ingatan publik Pidie Jaya telah dihentikan setelah tercapai kesepakatan kekeluargaan antara korban dan terlapor.

 

Informasi RJ ini dikonfirmasi Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, sebagaimana diberitakan media BERITAKINI.CO pada Rabu (1/4/2026).

 

“Sudah lama RJ, sebelum Lebaran sudah selesai. Soal kesepakatan apa, itu tanyakan kedua belah pihak,” ujar Ahmad Faisal.

 

Kapolres juga mengaku tidak mengetahui secara rinci isi kesepakatan, termasuk bentuk pemulihan terhadap korban.

 

Namun, belum reda sorotan publik atas kasus tersebut, dugaan penganiayaan baru kembali mencuat.

 

Kali ini, Hasan Basri dilaporkan terlibat insiden dengan Zikrillah, yang disebut sebagai mantan Lo Tim Sukses Paslon SABAR (Sibral Malasyi – Hasan Basri).

 

Informasi yang dihimpun media LiputanGampongNews.id, Rabu (2/4) malam dari pihak yang mengaku korban menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 21.25 WIB di ruang rapat pendopo Wakil Bupati Pidie Jaya.

 

Menurut penuturan Zikrillah, dirinya datang memenuhi undangan rapat yang membahas surat Wakil Bupati kepada Bupati terkait permohonan pelimpahan sebagian kewenangan, isu yang sebelumnya sempat viral di media.

 

Namun situasi mendadak memanas.

“Saat saya masuk dan membuka pintu ruang rapat, Pak Wabup spontan marah-marah dan menyuruh saya keluar. Ketika saya hendak pergi, beliau mengejar dan meninju punggung saya dengan keras,” ungkapnya.

 

Zikrillah mengaku tidak mengetahui penyebab kemarahan tersebut. Ia merasa tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan Wakil Bupati.

 

“Saya tidak tahu apa salah saya. Hubungan kami selama ini baik-baik saja,” katanya.

 

Ia menduga insiden itu berkaitan dengan klarifikasinya terhadap isu yang beredar di publik, yang membantah anggapan bahwa Wakil Bupati dipinggirkan dalam pemerintahan.

 

Peristiwa tersebut, lanjutnya, terjadi di hadapan sejumlah tokoh penting di Pidie Jaya, termasuk ulama dan tokoh masyarakat yang saat itu tengah menunggu rapat berlangsung.

 

“Ini menjatuhkan marwah dan harga diri saya di hadapan para tokoh. Keluarga saya juga tidak menerima perlakuan ini,” tegas Zikrillah.

 

Ia memastikan akan menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan secara resmi dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Pidie Jaya pada Kamis (2/4/2026).

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terkait tudingan terbaru tersebut.

 

Publik kini menanti kejelasan atas kasus yang kembali menyeret nama pejabat daerah itu, hanya berselang singkat setelah perkara sebelumnya diselesaikan secara damai.sumber liputan gampongnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *