Baitul Mal Aceh Salurkan Rp7,92 Miliar Bantuan Modal Usaha untuk 1.584 Penerima

Banda Aceh47 Dilihat

 

BANDA ACEH — Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan modal usaha berbasis individu tahap kedua sebesar Rp7,92 miliar kepada 1.584 penerima manfaat, Rabu (19/8/2026).

 

Bantuan tersebut bersumber dari dana infak masyarakat dan merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

 

Sebelumnya, pada tahap pertama BMA telah menyalurkan bantuan sebesar Rp24,235 miliar kepada 4.847 penerima. Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan dalam dua tahap mencapai Rp32,155 miliar untuk 6.431 penerima manfaat.

 

Dalam sambutannya, BMA menegaskan bahwa bantuan yang diterima masyarakat merupakan amanah dana infak sehingga harus digunakan sesuai peruntukannya sebagai modal usaha.

 

BMA juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan potongan, cashback, pungutan, maupun meminta sebagian dana dari penerima manfaat. Masyarakat diminta melaporkan apabila terdapat pihak yang meminta bagian atau imbalan atas bantuan tersebut.

 

“Keberhasilan Baitul Mal Aceh bukan hanya dilihat dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima manfaat,” demikian disampaikan dalam sambutan kegiatan.

 

BMA berharap penerima manfaat dapat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap menjadi masyarakat yang mandiri. Bahkan, penerima diharapkan suatu saat mampu menjadi pihak yang memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPR Aceh yang diwakili oleh ketua Komisi VII H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, ST. Sekda Aceh yang diwakili Asisten Administrasi Umum Dr. A. Murthala M.Si.; Inspektur Aceh Ir. Abdullah, ST, CFrA, Ketua DPS Baitul Mal Aceh Prof. Dr. Al Yasa’ Abubakar; perwakilan Bank Aceh; anggota Badan Baitul Mal Aceh, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Dr. Muhammad Ikhsan Ahyat; Ketua YARA Aceh Safaruddin, S.H., M.H.; Koordinator MaTA Alfian; Koordinator GeRAK Aceh Askhalani; serta sejumlah awak media.

 

Ketua Baitul Mal Aceh Tgk. H. Muhammad Yunus atau Abon Yunus tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang berduka atas wafatnya ibunda beliau, Ummi Rubiah binti Teungku Arifin, pada Selasa (18/8/2026).

 

Program bantuan modal usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyaluran dana, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan manajemen usaha, dan pembukaan akses pasar agar usaha penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *