Harga Sembako di Pasar Ulee Kareng Bergerak Naik, Koramil 09/Ulee Kareng Intensifkan Pemantauan

Banda Aceh5 Dilihat

 

 

Banda Aceh – Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah binaan, Koramil 09/Ulee Kareng Kodim 0101/Kota Banda Aceh terus melaksanakan pemantauan perkembangan harga sembako di pasar tradisional. Kegiatan ini dilakukan di Pasar Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (10/8/2026).

 

Pengecekan langsung di lapangan dilaksanakan oleh personel piket Koramil 09/Ulee Kareng, Sertu Maman, dengan menyasar berbagai komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Hasil monitoring menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah bahan pokok, dengan kecenderungan kenaikan pada beberapa komoditas penting.

 

Komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan di antaranya cabai rawit yang mencapai Rp 80.000/kg dari harga normal Rp 25.000/kg. Kenaikan juga terjadi pada cabai hijau dan cabai merah yang masing-masing berada di kisaran Rp 45.000/kg. Selain itu, bawang putih mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000/kg, serta gula pasir yang kini berada di harga Rp 20.000/kg.

 

Kenaikan harga juga terpantau pada beras yang mencapai Rp 15.000/kg, minyak goreng berkisar Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per liter, serta telur ayam yang dijual Rp 50.000 per papan. Sementara itu, beberapa komoditas seperti ikan asin dan gas elpiji 3 kg relatif stabil tanpa perubahan harga.

 

Di sektor bahan pangan lainnya, kenaikan juga terjadi pada sayur-mayur seperti wortel yang mencapai Rp 16.000/kg dari harga normal Rp 8.000/kg, serta kacang tanah dan kacang hijau yang masing-masing mengalami kenaikan. Daging ayam potong dan daging sapi turut mengalami penyesuaian harga, meskipun tidak terlalu signifikan.

 

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya Koramil 09/Ulee Kareng dalam mendukung pengendalian inflasi daerah serta memberikan informasi aktual kepada komando atas terkait kondisi harga di lapangan. Selain itu, hasil pemantauan ini juga dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kestabilan pasokan dan harga di pasar.

 

Dengan adanya pemantauan rutin ini, diharapkan perkembangan harga sembako dapat terus terpantau secara akurat, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat segera dilakukan apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *