
BUSERSIAGA, COM Lampung Tengah –
Ketua Laskar Lampung Tengah, Yunisa Putra mendesak Plt. Bupati, I Komang Koheri untuk menunjuk Pelaksana tugas, (Plt), atau Pelaksana harian, (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Pasalnya, terhitung sudah hampir tiga bulan lamanya posisi Kepala Dinas Pendidikan kosong, yang disebabkan Pejabat definitif, Dr. Nur Rohman, SE., M.Sos.I., sedang mengikuti Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional, (P3N) ke XXVII, dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N), LXIX T.A 2026, Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas).
Yunisa menyebut bahwa, kekosongan jabatan Kadis di Disdikbud Lamteng, tanpa adanya Plt, atau Plh sebagai pengganti, merupakan kondisi yang krusial dalam administrasi pemerintahan daerah, karena berpotensi mengganggu pelayanan publik dan manajemen kinerja.
“Ketiadaan pejabat yang berwenang (kekosongan pimpinan) dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah dalam pertanggungjawaban penggunaan anggaran dan pelayanan publik,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Menurut mantan anggota DPRD Lamteng ini, ada poin-poin penting terkait situasi tersebut berdasarkan regulasi dan praktik pemerintahan. Dimana, ada konsekuensi hukum dan administrasi, kewenangan akan terhenti, berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 dan peraturan terkait, pejabat definitif maupun Plt/Plh memiliki kewenangan untuk menandatangani dokumen strategis seperti SK atau pencairan anggaran, dengan kosongnya pejabat Plt/Plh, di Disdikbud Lamteng, maka tugas rutin dan pengambilan keputusan strategis tidak berjalan.
“Atas dasar itulah, saya mendesak Plt. Bupati Lamteng, atau pejabat yang berwenang, untuk segera mencari Plt atau Plh di Disdikbud, agar tugas rutin, dan pelayanan tetap berjalan, tanpa mengambil kewenangan strategis yang melekat pada jabatan Kadis definitif,” ungkapnya.
“Seharusnya Plt. Bupati lebih peka terhadap hal itu. Karena, kekosongan pimpinan dinas tanpa Plt/Plh, berpotensi melanggar prinsip asas-asas umum pemerintahan yang baik, sebab jika dibiarkan terlalu lama pelayanan publik tidak dapat berjalan optimal,” pungkas Yunisa. ( Tim)
