BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat sinergi penanggulangan bencana, sejumlah wartawan di Aceh menggelar diskusi santai bersama Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Pertemuan bertajuk “Bincang Bencana” ini berlangsung khidmat di DKopi Aceh, Banda Aceh, Jumat (9/1/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana, SIK, MH, serta jajaran pejabat utama Polda Aceh lainnya.
Dalam diskusi yang berlangsung akrab tersebut, topik utama yang diangkat adalah strategi kesiapsiagaan aparat kepolisian dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah Aceh. Selain itu, dibahas pula mengenai pentingnya sinkronisasi antara Polri dengan pemerintah daerah guna memastikan langkah evakuasi dan bantuan berjalan efektif.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menekankan bahwa peran media sangat krusial sebagai jembatan informasi. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan insan pers diperlukan untuk membangun kesadaran publik (public awareness), khususnya bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana.
“Sinergi ini penting agar informasi yang sampai ke masyarakat bersifat akurat, cepat, dan mampu memberikan ketenangan, bukan justru memicu kepanikan,” ujar Kapolda.
Di sisi lain, para wartawan yang hadir memberikan masukan terkait teknis koordinasi di lapangan. Mereka berharap akses informasi mengenai data kebencanaan dapat diperoleh dengan mudah dan transparan, sehingga kerja jurnalistik dalam mengedukasi masyarakat dapat optimal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara Polri dan media massa. Dengan koordinasi yang solid, penanganan bencana di Aceh diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan sisi humanis. (Red)






