Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi melantik Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh di Anjong Mon Mata, Jumat (27/2/2026).
Pelantikan ini menandai babak baru bagi sektor bahari Aceh, menggeser kepemimpinan lama yang dipegang oleh Aliman ke arah visi yang lebih progresif.
Berikut adalah poin-poin komparatif yang menandai transisi kepemimpinan ini:
Rekam Jejak: Lokal vs Provinsi
Jika sebelumnya Safrizal fokus pada lingkup DKP Kabupaten Pidie, kini ia memegang kendali atas kebijakan kelautan di seluruh Aceh.
Di Pidie: Ia dinilai sukses membangun fondasi tata kelola perikanan daerah dan pemberdayaan nelayan akar rumput..
Di Provinsi: Safrizal dituntut mentransformasi keberhasilan lokal tersebut ke skala makro, terutama dalam menghadapi tantangan hilirisasi dan daya saing global hasil laut Aceh.
Regenerasi dari Aliman ke Safrizal dipandang bukan sekadar pergantian wajah, melainkan penyegaran strategi.
Era Sebelumnya, Fokus pada stabilitas dan keberlangsungan program kelautan yang telah berjalan lama.
Era Safrizal Diharapkan lebih adaptif dan akseleratif. Fokus utama kini bergeser pada percepatan program strategis seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang menuntut integrasi kuat dengan kebijakan Pemerintah Pusat.
Ke depan, Safrizal tidak hanya diuji secara teknokratis dalam mengelola potensi pesisir, tetapi juga secara manajerial dalam menuntaskan agenda hilirisasi. Sebagai figur yang dikenal loyal dan memahami dinamika masyarakat bawah, ia diharapkan mampu menjembatani kebutuhan nelayan tradisional dengan tuntutan industri perikanan modern.
Penunjukan ini merupakan pesan kuat dari Mualem bahwa sektor perikanan kini diposisikan sebagai pilar utama ekonomi Aceh, bukan sekadar sektor pelengkap.






