Pidie Menggema Di Panggung MTQ Aceh XXXVII: 15 Kafilah Tembus Final, Semangat Tak Pernah Surut

Pariwara527 Dilihat

 

 

Pidie Jaya – Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di Aula MTQ Center Pidie Jaya, Kamis (6/11/2025) malam. Satu demi satu nama peserta asal Kabupaten Pidie dipanggil panitia untuk melaju ke babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-XXXVII. Suasana berubah haru, ketika dari 15 cabang lomba, nama-nama kafilah Pidie terus bergema di antara sorotan lampu panggung.

 

Raut bahagia jelas terpancar di wajah drh. Fazli, M.Si, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie. Dengan mata berbinar, ia tak henti mengucap syukur.

 

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras bersama. Ada 15 peserta kita yang tembus final — mereka tampil percaya diri, khusyuk, dan membuat juri kagum,” ujar Fazli penuh bangga.

 

🌿 Dari Tilawah hingga Kaligrafi, Semua Bersinar

Ke-15 finalis Pidie datang dari berbagai cabang unggulan: mulai dari tilawah, qiraah sab’ah, hafalan (tahfiz) hingga khat Al-Qur’an.

 

Nama Muhammad Tafsir Aziz dan Azra Azcia, dua peserta cilik yang menjadi perhatian, sukses membuat juri tertegun lewat lantunan ayat suci yang merdu dan beraturan. Sementara itu, dari cabang qiraah sab’ah dan tahfiz, Muhammad Refka Arihan serta Izzatul Aisar tampil memukau dengan hafalan kuat dan suara meneduhkan.

 

Tak kalah menyentuh adalah kisah Thantawi, peserta tunanetra asal Sigli, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berjuang.

 

“Saat Thantawi melantunkan ayat, suasana tiba-tiba hening. Semua terpukau. Itu bukan sekadar bacaan, tapi getaran iman,” kenang salah satu pendamping kafilah dengan mata berkaca.

 

Dari cabang khat kontemporer, Syarifah Humaira dan Muhammad Zikrullah juga berhasil menembus final lewat karya kaligrafi yang indah dan penuh makna, menggabungkan keindahan seni dan kedalaman spiritual Al-Qur’an.

 

🌟 Lonjakan Prestasi yang Membanggakan

Fazli menyebut capaian ini sebagai lompatan besar dibanding MTQ sebelumnya di Simeulue, di mana hanya sembilan peserta Pidie yang masuk final.

 

“Tahun ini jumlahnya naik menjadi 15. Ini bukti nyata pembinaan berkelanjutan yang kita lakukan. Insya Allah, mereka akan mengharumkan nama Pidie di tingkat provinsi,” ujarnya penuh optimisme.

 

✨ Perjuangan Tak Kenal Lelah

Di balik prestasi ini, tersimpan kisah perjuangan panjang. Para peserta telah berlatih berbulan-bulan, siang dan malam, dengan disiplin tinggi di bawah bimbingan pelatih berpengalaman. Ada yang rela menunda urusan sekolah, bahkan tetap berlatih meski cuaca tidak bersahabat.

 

Kini, seluruh masyarakat Pidie bersatu dalam doa agar para finalis dapat memberikan hasil terbaik di panggung MTQ Aceh XXXVII.

 

“Kemenangan sejati bukan hanya tentang gelar juara,” tutur Fazli, “tetapi bagaimana mereka menjadi duta Al-Qur’an yang membawa keberkahan bagi Pidie dan seluruh Aceh.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *