Komisi III DPRA Minta PLN Jamin Listrik Stabil Selama Ramadan Di Aceh

Parlementaria5 Dilihat

 

 

Anggota Komisi III DPRA, Nurchalis. Ia meminta PT PLN (Persero) menjamin pasokan listrik tetap stabil dan tanpa pemadaman selama bulan Ramadan 1447 Hijriah demi kenyamanan ibadah dan aktivitas ekonomi masyarakat Aceh.(8/2/2026).

BANDA ACEH – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Aceh tetap stabil dan andal selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia menegaskan, tidak boleh terjadi pemadaman listrik yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

 

Menurut Nurchalis, Ramadan memiliki kekhususan tersendiri bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga hampir sepanjang malam, mulai dari salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga persiapan sahur. Kondisi tersebut menjadikan listrik sebagai kebutuhan yang sangat vital.

 

“Ramadan ini bulan yang sangat penting dan sakral bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah berjalan hampir 24 jam. Karena itu, listrik harus benar-benar terjamin,” ujar Nurchalis, Minggu (8/2/2026).

 

Selain untuk kebutuhan ibadah, ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan. Sektor kuliner, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pasar takjil biasanya mengalami lonjakan aktivitas yang cukup signifikan. Tanpa pasokan listrik yang stabil, roda perekonomian masyarakat berpotensi terganggu.

 

“Ramadan selalu identik dengan meningkatnya kegiatan ekonomi, terutama di sektor kuliner. Ini tentu sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan,” jelas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRA tersebut.

 

Karena itu, Nurchalis meminta PLN melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini, baik dari sisi teknis maupun kesiapan infrastruktur. Ia berharap selama Ramadan tidak terjadi pemadaman listrik, kecuali dalam kondisi darurat atau force majeure yang benar-benar tidak dapat dihindari.

 

“Mulai dari sekarang PLN harus melakukan perbaikan dan mitigasi secara teknis agar saat Ramadan nanti tidak ada pemadaman. Tujuannya agar masyarakat nyaman beribadah dan tidak muncul keluhan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Nurchalis juga menekankan pentingnya pengawasan dan kesiapan seluruh unit pembangkit listrik di setiap kabupaten dan kota di Aceh. Menurutnya, lonjakan kebutuhan listrik selama Ramadan harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang.

 

“Kami mengapresiasi upaya PLN selama ini, tetapi pengingat ini tetap penting. Semua unit pembangkit harus dipastikan siap dan dimitigasi dengan baik,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *