Jembatan Jati Agung Putus Akibat Angkot Kelebihan Muatan, Anggota DPRD Provinsi Lampung Supriadi Hamzah Turun Tinjau Lokasi

Blog3 Dilihat

 

 

BUSERSIAGA, COM Tanggamus – Peristiwa putusnya Jembatan Jati Agung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, diduga kuat dipicu oleh mobil angkutan kota (angkot) yang melintas dengan muatan berlebih, sementara kondisi jembatan sudah tidak lagi mampu menahan beban berat kendaraan.

 

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, angkot tersebut membawa sekitar 17 orang penumpang, terdiri dari ibu-ibu dan 4 balita, termasuk sopir, yang merupakan rombongan pulang dari undangan.

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka ringan.

 

Sumber menyebutkan bahwa pengemudi angkot berinisial S, warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung, tetap nekat melintas tanpa memperhitungkan daya dukung jembatan. Tidak ada penumpang yang diturunkan untuk mengurangi beban kendaraan saat melintasi jembatan tersebut.

 

Akibat insiden tersebut, jembatan mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga akses transportasi warga terputus dan aktivitas masyarakat terganggu.

 

Dampak Serius bagi Warga dan Dunia Pendidikan

Putusnya jembatan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Sejumlah siswa dilaporkan terpaksa libur karena guru tidak dapat menyeberang akibat akses yang terputus.

 

Kepala Pekon Banjar Agung Ilir menjelaskan bahwa jembatan tersebut dibangun sejak era 1980-an dan selama ini hanya dilakukan rehabilitasi atau perbaikan berkala.

 

“Jembatan ini dibangun pertama kali sejak tahun 1980-an  dan tahun 2011 dibangun lagi menggunakan Anggaran PNPM , setiap  bulan dan tahun selalu  di rehab , Sekarang bertambah maju  penduduk ratusan jiwa sehingga  bertambah padat   dan kendaraan melintas  semakin banyak , sehingga jembatan ini sudah tidak layak dan berisiko tinggi,” ujar Kepala Pekon.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak pekon telah mengajukan proposal pembangunan jembatan beton permanen selama lima tahun terakhir, namun belum terealisasi.

 

“Kami sudah lima tahun mengajukan proposal pembangunan jembatan permanen beton, tapi belum terealisasi. Harapan kami sekarang dengan hadirnya anggota dewan provinsi, jembatan ini bisa segera dibangun permanen,” tambahnya.

 

Anggota DPRD Provinsi Lampung Turun Meninjau Lokasi

Peristiwa putusnya jembatan tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Komisi III, Supriadi Hamzah, yang kemudian turun langsung melakukan kunjungan reses ke Pekon Banjar Agung Ilir, Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dan secara khusus untuk meninjau lokasi jembatan yang putus.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pekon Banjar Agung Ilir secara langsung menyerahkan proposal pembangunan jembatan permanen kepada Supriadi Hamzah. Penyerahan proposal disaksikan oleh perangkat pekon dan masyarakat setempat yang berharap besar terhadap realisasi pembangunan jembatan beton permanen.

 

Supriadi Hamzah menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar pembangunan jembatan tersebut dapat masuk dalam program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung (11/2/2026)

 

“Aspirasi masyarakat ini akan kami perjuangkan agar pembangunan jembatan bisa segera terealisasi demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” ujar Supriadi Hamzah.

 

Harapan Masyarakat

Kunjungan Anggota DPRD Provinsi Lampung ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Banjar Agung Ilir agar akses transportasi kembali normal, aktivitas ekonomi dan pendidikan berjalan lancar, serta keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

 

Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi segera mengambil langkah cepat, baik pembangunan jembatan darurat maupun pembangunan jembatan beton permanen, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antarpekon di Kecamatan Pugung.( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *