GePIM Minta Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Aceh,Sumut Dan Sumbar Sebagai Bencana Nasional

Banda Aceh90 Dilihat

 

 

 

Banda Aceh.Ketua Gerakan Pemuda Iskandar Muda (GePIM) Aceh Masyarakat, mendesak Pemerintah Indonesia untuk menetapkan status darurat bencana nasional untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hal ini perlu dilakukan karena pemerintah daerah tak sanggup menanggulangi dampak bencana banjir.

 

“Kita butuh bantuan dari Pemerintah Pusat saat ini dalam kondisi emergency. Sehinggga masa emergency dapat di lewatkan. Dan juga berkepada Negara Negara sahabat Dan NGO luar agar dapat membantu, pada saat ini kita krisis kemanusiaan. Kata Zulhadi Jumat , 5 Desember 2025.

 

Kata Zulhadi menyatakan kalau pemerintah pusat tidak menetapkan status bencana Nasional, maka kita baikot saja Partai Nasional Parnas yang ada di Aceh serta kebijakan pemerintah Pusat. Dan menyerukan aksi mosi tidak percaya kepada presiden. Sampai hari kesembilan setelah bencana belum ada keputusan apa-apa dari pemerintah pusat, kata Zulhadi, ribuan warga Aceh belum tersentuh bantuan.

 

Distribusi logistik yang menumpuk di sejumlah bandara, tidak bisa didistribusikan ke titik-titik pengungsian karena pemerintah tidak memiliki armada yang cukup, terutama helikopter. Sementara akses darat tidak bisa dilewati karena sejumlah jalan dan jembatan rusak.

 

“Setelah banjir, Aceh berhadapan dengan bencana kelaparan. Disebakan hancurnya sektor pertanian . Perkebunan dan perikanan. ini sudah depan. Belum lagi dengan infrastruktur, bencana banjir lebih parah dari bencana tsunami 2004. Kata ketua GePIM Aceh.

Kita berharap kepada pemerintah Aceh segera Membentuk Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi untuk Aceh. Walaupun Pemerintah Indonesia tidak ikut andil dalam bencana tersebut.

 

Pemerintah Indonesia, seharusnya lebih terbuka agar misi kemanusiaan dari negara luar dapat di salurkan. Untuk apa harus malu2 ini dapat meringankan beban pemerintah pusat

kata Zulhadi, apakah di sengaja menghambat bantuan dari negara luar ke Sumatra.

Sepertinya, Pemerintah Indonesia lebih memilih urusan politik ketimbang urusan kemanusiaan.

 

“Jika mereka menutup mata, maka kita harus buka suara untuk menggemakan Mosi tidak percaya kepada Presiden. Apa yang terjadi di Aceh saat ini adalah bukti ketidakpedulian Pemerintah Indonesia terhadap bencana Sumatra dan orang-orang yang terancam di dalamnya. Kalau mereka tidak peduli, untuk apa kita terus bersama-sama,” kata Zulhadi

 

Pemerintah Indonesia berbohong tentang kemampuan mereka menangani kondisi di Sumatra saat ini. Aceh,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *