PROYEK AIR MINUM Rp2,1 MILIAR PAKAI BESI BAGAIKAN LIDI DI ACEH TAMIANG

ACEH TAMIANG — Buser Siaga — Proyek pembangunan Sumur Intake Instalasi Pengolahan Air Minum di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menelan anggaran Rp2.159.060.000 dari APBK Aceh Tamiang, memicu sorotan tajam masyarakat. Bukti-bukti di lapangan menunjukkan pekerjaan terkesan dikerjakan asal jadi, jauh dari layak untuk nilai anggaran lebih dari dua miliar rupiah.

 

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, hasil pekerjaan memprihatinkan. Struktur beton terlihat banyak retak-retak. Diduga kuat pengecoran tidak menggunakan mesin molen, melainkan dikerjakan secara manual. Yang lebih mengkhawatirkan, besi yang digunakan terlihat sangat tipis, bagaikan lidi — jauh dari standar keamanan yang seharusnya untuk bangunan vital sumber air bersih warga.

 

Proyek dengan Nomor Kontrak: 01/KONTRAK/IAM/PUPR-CK/VIII/2026, tanggal 20 Agustus 2026 ini dilaksanakan oleh CV. AW Generations, di bawah penanggung jawab Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang.

 

Namun transparansi proyek ini pun dipertanyakan. Papan informasi di lokasi hanya mencantumkan nama pelaksana. Nama perencana maupun konsultan pengawas sama sekali tidak tercantum. Publik pun bertanya-tanya: siapa yang memantau kualitas pekerjaan ini? Siapa yang menjamin setiap rupiah digunakan dengan benar?

 

“Sangat disayangkan. Anggaran miliaran rupiah, yang dibangun adalah fasilitas air bersih untuk warga, tapi hasilnya terkesan asal jadi. Masyarakat berhak tahu siapa yang merencanakan dan siapa yang mengawasi pekerjaan ini,” ungkap seorang warga yang memantau langsung di lokasi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang maupun perwakilan CV. AW Generations belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan. Media tetap berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.

 

Masyarakat mendesak instansi berwenang segera turun ke lokasi. Proyek air minum menyangkut hajat hidup banyak orang — kualitas, keamanan, dan ketahanan bangunan tidak boleh dikorbankan.

 

Laporan: Zul Herman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *