Membangun Asa di Gampong Bung Simek, Babinsa Hadir di Tengah Proses Pembangunan Koperasi

Aceh Besar5 Dilihat

 

 

Aceh Besar – Semangat gotong royong kembali berdenyut kencang di Gampong Bung Simek, Kecamatan Kuta Cot Glie. Di bawah terik matahari, tampak pemandangan yang menyejukkan hati: seorang prajurit TNI berbaju loreng bahu-membahu bersama warga, bukan untuk latihan fisik, melainkan untuk meletakkan batu pertama masa depan ekonomi desa.

 

Adalah Serda Muttaqin, Babinsa dari Koramil 26/Kuta Cot Glie, Kodim 0101/Kota Banda Aceh, yang terjun langsung mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kamis (09/4/2026). Kehadirannya di lokasi bukan sekadar formalitas tugas, melainkan bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyat dalam membangun fondasi kesejahteraan dari akar rumput.

 

Bagi warga Gampong Bung Simek, pembangunan KDKMP adalah sebuah harapan besar. Koperasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu menampung potensi desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

 

Serda Muttaqin, di sela-sela kegiatannya membantu pengerjaan fisik, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan wujud komitmen Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang penguatan ekonomi desa.

 

“Kami hadir untuk memastikan bahwa semangat warga tetap terjaga. Koperasi ini adalah milik warga, dari warga, dan untuk warga. Jika ekonominya kuat, maka ketahanan wilayahnya pun akan semakin hebat,” ujar Serda Muttaqin.

 

Sinergi yang Menguatkan

Kehadiran personel dari jajaran Kodim 0101/Kota Banda Aceh ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Keterlibatan Babinsa dalam pembangunan infrastruktur ekonomi seperti ini dinilai memberikan rasa aman sekaligus motivasi tambahan bagi warga untuk segera merampungkan proyek tersebut.

 

Pembangunan KDKMP ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti bahwa di Gampong Bung Simek, kemanunggalan TNI dan rakyat adalah mesin utama penggerak pembangunan. Dengan adanya koperasi ini nantinya, masyarakat berharap akses modal dan pemasaran produk lokal akan menjadi lebih mudah dan terorganisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *