Peringati Haul Sultan Iskandar Muda, Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Banjir Dan Longsor

Banda Aceh181 Dilihat

 

 

BANDA ACEH – Momentum peringatan Haul ke-389 Sultan Iskandar Muda tahun ini diwarnai dengan suasana khidmat dan kepedulian sosial yang mendalam. Panitia pelaksana menggelar doa bersama bagi para korban musibah banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera.

 

Ketua Panitia, Iskandar, S.Sos., M.Si., menegaskan acara ini bertujuan menghidupkan kembali memori kepemimpinan Sultan yang adil sekaligus menjadi simbol solidaritas bagi masyarakat Aceh yang tengah berduka, dengan harapan Aceh segera pulih dan bangkit dari musibah.

 

Sekretaris Panitia Acara, Irwan Syahputra (Syech Wan), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi, tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta para donatur yang telah bersinergi menyukseskan perhelatan ini.

 

“Terima kasih khusus kami sampaikan kepada para tamu undangan dan relawan. Luar biasa melihat dedikasi para relawan yang hadir langsung di acara ini sesaat setelah kembali dari garda terdepan menyalurkan sembako dan melakukan bakti sosial perbaikan fasilitas umum di wilayah terdampak,” ujar Irwan.

 

Ia berharap doa tulus yang dipanjatkan dapat menjadi amal jariyah bagi semua pihak.

“Semoga melalui keberkahan karamah Sultan Iskandar Muda yang kita peringati hari ini, para korban yang telah tiada mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT, dan bangsa Aceh diberikan kekuatan untuk segera bangkit. Bangsa kita adalah bangsa yang kuat, yang diwariskan ketangguhan oleh para pendahulu yang masyhur dalam melewati berbagai ujian zaman,” tambahnya.

 

Menjemput Semangat Kejayaan Masa Lalu

Peringatan ini juga menjadi refleksi pentingnya merawat sejarah. Syech Wan menekankan bahwa mengingat sejarah bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya menjemput kembali semangat juang untuk memperbaiki peradaban dan melestarikan budaya.

 

“Aceh pernah mencapai puncak kejayaan sebagai negara superpower dunia yang disegani. Sejarah tersebut harus menjadi bahan bakar bagi kita untuk memulihkan Aceh kembali ke masa keemasannya,” tegasnya.

 

Sinergi Percepatan Pembangunan Aceh

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Aceh (PPA), Mustafa Abdullah, S.E., menyoroti tantangan besar yang dihadapi Aceh saat ini. Musibah banjir dan longsor yang melumpuhkan 18 kabupaten/kota menuntut penanganan yang komprehensif.

 

“Memulihkan situasi hingga rakyat kembali mandiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Satgas PPA berkomitmen menjadi jembatan bagi LSM internasional dan mitra pemerintah untuk mempercepat pemulihan Aceh,” kata Mustafa.

 

Ia menambahkan bahwa selama ini Satgas PPA telah aktif melakukan berbagai aksi kemanusiaan dan bakti sosial di lokasi bencana.

 

“Kami butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar Aceh tercinta dapat segera normal dan mandiri kembali pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *