120 KK Masyarakat Gampong Ulee Rubek Timu, Mengungsi Ke Meunasah Akibat Banjir

Aceh Utara493 Dilihat

 

 

Aceh Utara | Hujan Deras yang telah mengguyur Sebagian besar daerah Timur Aceh Utara semenjak Rabu (19/11/2025) memaksa warga harus mengungsi akibat air yang tergenang masuk ke dalam rumah hingga mencapai Paha Orang Dewasa.

 

Wartawan yang meliput kejadian Banjir di Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara sejak Sabtu siang (22/11/2025) turun langsung ke lapangan mewawancarai beberapa korban banjir yang terdampak akibat air yang tergenang masuk ke dalam rumahnya, Tgk Zakaria menuturkan bahwa air telah masuk ke dalam rumahnya sejak Sabtu pagi hingga sampai 200 Cm, dirinya mengaku telah mengangkut seluruh barang barang rumah ke Balai Pengajian, dari Kasur, selimut, kelambu hingga alat masak.

 

Tgk Zakaria menyebutkan banjir kali ini tidak seperti sebelumnya, tidak pernah ada sejarahnya di tempat kami, khususnya di rumah saya air naik hingga sampai ke paha orang dewasa, sebutnya sedih.

 

Sementara itu, awak media kembali mewawancarai masyarakat lainnya yang bernama Adnan Abdullah yang berada di Dusun Barat, saya bersama adik saya dan anak saya telah mengangkut barang rumah ke tempat yang lebih tinggi karena air telah masuk ke rumah kami hingga sejengkal tangan orang dewasa, sebutnya.

 

Kepala Dusun Barat, Basri menyebut ada lebih dari 40 KK di Dusun Barat yang terdampak Banjir yang hingga kini Minggu Sore (23/11/2025) hujan masih terus berlangsung.

 

Basri menyatakan di hadapan awak media Geusyik telah memberikan bantuan masa panik dan memerintahkan kepada seluruh jajaran aparat Desa terjun langsung melihat warga yang rumahnya terendam banjir, mengumpulkan masyarakat di satu titik posko di Meunasah dan membuatkan dapur umum.

 

Azhari, Geusyik Ulee Rubek Timu menyatakan di hadapan awak media dari 4 Dusun di Desa Ulee Rubek Timu hampir seluruhnya terdampak Banjir, dari Jumlah total 400 lebih KK yang ada di Ulee Rubek Timu ada sekitar 120 KK warga yang terdampak Banjir, sebutnya.

 

Geusyik Ulee Rubek Timu di hadapan warga menyatakan telah membangun dapur darurat di Meunasah Ulee Rubek dan telah banyak masyarakat yang mengungsi ke Meunasah walau ada sebagian masyarakat telah pulang pergi bolak balik ke rumahnya untuk memantau situasi air yang telah semakin meninggi.

 

Geusyik Amir, Mukim Pante Seunuddon bahkan telah datang langsung memantau perkembangan Dapur umum di Desa Ulee Rubek semenjak Minggu pagi dari pukul 10.00 WIB, selang beberapa lama kemudian Kapolsek Seunuddon Iptu Edi Suparman bersama anggota turut hadir ke Meunasah setempat memantau warga yang mengungsi dan perkembangan Dapur umum di area Meunasah.

 

Hingga berita ini di turunkan ,masyarakat Ulee Rubek Timu masih mengungsi di Meunasah sambil berharap hujan segera reda agar tidak membludaknya air lebih banyak lagi masuk ke rumahnya.

(Muhazir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *