Dituduh Lindungi Oknum Pungli, Robinson Merasa Dirugikan

162

 

 

 

Kampar, Buser Siaga  – Terkait pemberitaan di beberapa media pada 26 Februari 2019 lalu, berjudul Ratusan Pelajar SMA N 3 Tapung Menggelar Aksi Demo, Tuntut Ganti Kepala Sekolah yang sempat menghebohkan Dunia Pendidikan khususnya di Kabupaten Kampar. Kekinian kasus tersebut sedang ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sedangkan Kepala Sekolah SMA N 3 Tapung, Aldela, S.Ag., M.Pd.I masih aktif di sekolah tersebut. Sehingga awak media yang mendapatkan informasi saat itu menghentikan pemberitaan hingga ada keputusan dari Dinas terkait.

Namun, informasi yang di dapat masalah ini sedang ditindaklanjuti Dinas Pendidikan Provinsi Riau Ia memilih menghindar dari media.

 

Robinson Tambunan selaku Ketua GWI Kabupaten Kampar bermaksud meluruskan pemberitaan dan menyarankan konfirmasi dengan kepala Dinas, dengan menghubungi oknum wartawan berinisial YHS melalui telepon selulernya, menjelaskan bahwa kasus tersebut sedang ditangani Dinas terkait. Namun YHS yang mengaku wartawan sekaligus anggota LSM menuduh bahwa Robinson membackingi dan bersekongkol dengan Aldela.

Ketika dikonfirmasi Robinson mengatakan tidak terima namanya ditulis dalam berita online bahwa bersekongkol dengan Aldela.

“Sebagai wartawan profesional semestinya konfirmasi dengan pihak yang lebih berkompeten, dalam kasus ini Dinas Pendidikan sudah melayangkan surat keputusan. Sehingga saya menyarankan YHS menanyakan langsung dengan Kadis. Namun nampaknya dia ingin mengorek informasi dengan kepala sekolah dari pemberitaan di media lain tanpa memiliki data yang valid. Menulis namanya saja salah. Namun dengan arogannya dia menuduh saya bersekongkol dengan Aldela. Saya merasa keberatan dengan berita tersebut dan merasa dicemarkan nama baik saya,” kata Robinson kepada awak media

 

Sedangkan Aldela, S.Ag, M.Pd.I ketika dikonfirmasi, Senin (22/4) membantah dan mengatakan tidak pernah membayar oknum untuk membantu masalahnya.

“Saya tidak pernah membayar oknum-oknum untuk membackup masalah saya. Saya hanya menunggu keputusan dari dinas Pendidikan yang sudah keluar tanggal 16 April kemarin. Tentang berita saya diduga sekongkol dengan wartawan itu tidak benar sama sekali,” tegas Aldela




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *