Mulyadi, Pertanyakan kinerja dewan Aceh Tengah pakum

93

Mulyadi koordinator demo di DPRK Aceh tengah

Takengon:

15 Maret 2019,para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah (DPRK )Takut dan enggan berbicara hal ini di buktikan ketika pimpinan dewan aceh tengah tidak mau menemui masyarakat yang melakukan aksi pada 14 Mei 2019 kemarin tentang kanun Aceh

kendatipun pimpinan lembaga ini yang menjumpai masyarakat dalam tema yang gk jelas sehingga membuat saya bingung ungkap ketua GMNI ini , seakan akan ketua dewan tidak menguasai bahan dalam persoalan yang dibahas

ketua dewan melemparkan permasalahan tersebut kepada anggota dewan lain untuk menjawab, tentu ini menjadi pertanyaaan bagi kami

tidak logis kiranya seorang pimpinan Dewan tidak mampu untuk bicara dan menjelaskan kan semua kepada warga yang menuntut tentang tuntutan mereka”pungkas Mulyadi Selaku Korlap Aksi Kemarin.

untuk itu Mulyadi menyarankan agar pimpinan Dewan agar lebih sering melakukan pelatihan publik speaking agar nantinya jikalau terpilih lagi di priode berikutnya sudah mampu untuk menghadapi masyarakat dan berbicara.

jangan jangan nanti mereka pikir publick speaking ini bagi bagi tanah) atau pembagian jam kerja, ada yang mendapat piket malam dan ada yang siang, masih dalam dugaan saya tapi. untuk itu saya menyarankan agar pimpinan DPRK Aceh Tengah harus banyak ikut pelatihan leadership dan publik speaiking.

Apalagi jika kita tanya soal kinerja yang sudah mereka kerjakan empat tahun kebelakangan ini, jangankan untuk membuat Qanun untuk rancanganya saja saya rasa belum ada, tapi apalah daya itu adanya pimpinan kita. saya juga berharap kepada masarakat untuk tidak lagi memilih pimpinan dan anggota dewan yang seperti pada 17 April mendatang tegas Mulyadi.(bram)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *