Disbudpar Aceh dan BPKS Sabang ,Laksanakan Program Sabang Internasional Freediving Competition 2018 yang ke 2.

31

Buser siaga (Sabang): Disbudpar Aceh- International Freediving Competition (SIFC) 2018,siap siaga adakan sebuah kejuaraan internasional selam yang tanpa menggunakan alat (scuba), akan segera digelar untuk yang kedua kalinya pasca Sail Sabang 2017 tanggal 3 sampai dengan 8 November 2018 tepat nya di perairan Teluk Balohan, Kota Sabang.

Atraksi wisata tersebut akan menjadi sebuah momentum penting, juga tidak hanya untuk memperkenal kan kota Sabang khususnya, dengan beragam pesona wisata bahari dan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegera ke Aceh, tapi juga momentum untuk menyampaikan pesan kepada wisatawan mancanegara bahwa kota Sabang tidak hanya dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari, khususnya kegiatan wisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht), tapi juga spot terbaik untuk atraksi wisata freediving.

Kota Sabang diperkirakan akan menjadi spot terbaik dunia dalam kegiatan freediving dengan berbagai faktor pendukung yang ada.

Perairan Teluk Balohan memiliki ke dalaman sekitar 143 meter dan sangat layak untuk kegiatan pelatihan freediving,

Selain memiliki kedalaman dan keadaan laut yang tenang, Teluk Balohan juga aman dari tekanan arus kuat (Blue Holes),

Keramahan masyarakat Sabang sebagai daya tarik wisatawan,
Bebas minuman keras dan narkoba serta kehidupan malam, sehingga menjadi daya tarik utama bagi peserta freediving untuk berkonsentrasi pada pelatihan freediving,

Kota Sabang juga dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari dunia, khususnya spot diving dunia, seperti Batee Gla, The Canyon, Batee Tokong, Pante Peunatong, Seulako Drift, Arus Balee, Taman Rubiah, Batee Meuronron, Wreck Sophie Rickmers, Batee Dua Gapang, Limbo Gapang, Vulcano Under Water, Lhong Angen, Batee Meuduro, Anoi Itam, Bak Kopra dan Wreck Tug Boat.

Kota Sabang International Freediving Competition 2018 ke-2 Tahun 2018 dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,oleh karena hal tersebut Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bekerjasama dengan BPKS dan Pemerintah Kota Sabang melalui semangat branding nya.

“Wonderful Indonesia” dan “The Light of Aceh” yang semakin popular di kalangan wisatawan.

Di antara nya 40 peserta dari 23 negara akan berpartisipasi pada kota Sabang International Freediving Competition 2018, seperti :

-Austria (1 orang), Cina (6 orang), Jerman (1 orang), Indonesia (2 orang), Macau (2 orang), Malaysia (4 orang), Brunai Darussalam (1 orang), Jepang (1 orang), Hongkong (1 orang), Hongaria (1 orang), Korsel (2 orang), Belanda (1 orang), Filipina (2 orang), Singapura (3 orang), Swiss (1 orang), Thailand (3 orang), Rusia (1 orang), Afrika Selatan (1 orang), Taiwan (1 orang), Ukraina (1 orang), Swedia (2 orang), Inggris (1 orang) dan Amerika (1 orang) dengan total hadiah sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) atau sekitar US$13,333 dengan 3 (tiga) jenis perlombaan yang akan dipertandingkan:
-Constant Weight/CWT (3-4 November),
Free Immersion/FIM (5-6 November), dan,
-Constant Weight No Fins/CNF (7-8 November).

Jumlah peserta tahun 2018 lebih banyak dari tahun lalu yang berjumlah 34 peserta dari 20 negara, dan Sabang International Freediving Competition 2018 diharapkan jauh lebih meriah tahun ini.

Selain jumlah peserta dan hadiah nya lebih banyak serta masa tinggal peserta lebih lama di Sabang, sehingga akan berdampak positif tidak hanya pada branding wisata Aceh secara jangka panjang, tapi juga pada perekonomian masyarakat Sabang secara jangka pendek dengan perkiraan:

Jumlah Atlet atau Peserta : 40 orang + Offisial sekitar 80 orang.
Rata-rata Pengeluaran : US$50 s.d US$80/hari/orang
Perkiraan Kurs US$1 : Rp 15.000,-
Rata-rata Lama Tinggal : 25 hari
Rekapitulasi:
80 org x US$80 x Rp. 15.000 x 25 hari = Rp. 2.4 Milyar (Dua Milyar Empat Ratus Juta).

Di Kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat seiring makin dikenalnya Aceh melalui branding wisata “The Light of Aceh” dan “Cahaya Aceh”.

Tahun 2017 kunjungan wisatawan mencapai sekitar 2.944.169 orang terdiri 2.865.189 wisnus dan 78.980 wisman.

Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 2.154.249 terdiri dari 2.077.797 wisnus dan 76.452 wisman. Kunjungan wisatawan diprediksikan akan terus meningkat pasca pagelaran beberapa Top Event Aceh 2018, salah satunya Sabang International Freediving Competition 2018. Ditargetkan 4 juta orang (wisnus) dan lebih 150 ribu orang (wisman) pada tahun 2018.

Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh bekerja-sama dengan BPKS dan Pemerintah Kota Sabang akan terus melakukan berbagai strategi marketing yang baik dalam rangka mempromosikan kota Sabang khususnya dan Aceh Indonesia sebagai destinasi wisata yang ama, nyaman dan menawan dengan ragam atraksi dan event wisata menarik, sekaligus terus melakukan pembangunan destinasi wisata berbasis 3 A (Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi). melalui pelibatan seluruh pihak.

Kata Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mendorong kepada pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan training centre dive di Sabang. Selain itu, pihaknya juga akan mempersiapkan SDM yang punya keahlian freediving di Sabang. “Dan tentunya yang lebih diutamakan adalah putra-putri Sabang, masyarakat asli Aceh yang nanti tentunya juga akan mensejahterakan.

Saya yakin,lanjut Arief Yahya, yang alamiah akan segera tumbuh di Sabang dengan cepat. Terutama divers yang kuat menyelam lama, anak-anak muda Sabang akan lahir dengan sendirinya.

Dalam hal kedua  yang diharapkan lahir pasca Sail Sabang 2017 adalah kompetisi freediving kelas dunia.

Kompetisi ini debutnya sudah digelar di Sabang dan telah masuk menjadi rangkaian acara Sail Sabang 2017 sejak satu bulan yang lalu.

“Sabang punya bahari yang indah, terutama sangat cocok untuk freediving. Kompetisi dunia harus dan akan dilaksanakan di Sabang, dan kita harapkan, bukan hanya saat kompetisi saja mereka datang, namun persiapannya para freediver dunia akan tiba di Sabang ber-bulan-bulan lamanya. Ini akan menguntungkan masyarakat, karena divers punya long stay yang panjang,” harap Menteri Pariwisata RI yang juga  mantan dirut Telkom.(SB.ADV).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *